My Blog List

Wednesday, May 1, 2013

anestesi menginspirasi




ini segelintir inspirasi dari atas meja operasi selama aku di stase anestesi. sebenarnya ini hikmah untuk diriku sendiri, dan mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kalian yang (tidak) sengaja membaca tulisan ini.

Tuhan memberiku kesempatan mengikuti berbagai macam jenis operasi dengan beragam diagnosa yang silih berganti, tapi di stase ini hati ku diterangi untuk memahami nikmat yang harusnya aku syukuri.

inspirasi itu dimulai dari seorang bayi laki-laki, si lucu yang baru satu hari beradapatasi di atas bumi, tapi sudah harus 'menikmati' sayatan pisau operasi. si kecil ini lahir tanpa anus, lubang pembuangan kotoran alami, atau dalam bahasa medis dikenal dengan istilah atresia ani. jadi si mungil ini harus merasakan 'kenikmatan' buang air besar dengan lubang buatan manusia, dan 'nikmatnya' pasti tidak sama dengan hasil karya Sang Pencipta.
lihat dirimu nona, kau lahir dengan organ tubuh lengkap tanpa cacat. kau bisa buang air besar dengan mudah, tapi mengapa kau masih sering kufur?
bagaimana jika kau yang mengalami? 

pernah ketemu seorang wanita muda yang harus merasakan sakit kepala bertahun-tahun karena tumor otak? memang hanya dia yang bisa merasakan seperti apa dahsyatnya nyeri yang terasa. migrain biasa saja sakitnya luar biasa, apalagi tumor otak? kau yang sehat, bebas kesana kemari melakukan apapun sesuka hati. tapi sayangnya, hampir sebagian besar waktu yang kau miliki tidak kau gunakan untuk melakukan hal-hal yang baik di jalan yang benar.
hei nona, apa kau yakin umurmu masih panjang?

ada satu hikmah lagi yang ditunjukkan Tuhan melalui seorang laki-laki, umurnya masih dewasa muda, namun dia harus merelakan salah satu kakinya untuk diamputasi karena osteosarcoma (kanker tulang). serta seorang wanita paruh baya yang mengalami hal serupa. pernahkah terlintas di benakmu, bagaimana rasanya berjalan dengan satu kaki? mungkin mereka tak perlu terlalu khawatir, karena sekarang manusia sudah sangat canggih, mereka bahkan bisa menciptakan kaki sendiri. tapi percayalah rasanya tidak akan sama dengan kaki ciptaan Tuhan.
jadi bagaimana nona, masih berani mengeluh karena tubuhmu yang tak terlalu tinggi?

 selanjutnya, tentang seorang pria paruh baya, inspirasi yang sebenarnya datang saat berada di divisi pulmunologi tapi baru terilhami saat di stase anestesi. beliau mantan perokok yang sudah sulit untuk bernafas dengan leluasa karena kanker paru-paru. sesak nafas sepanjang waktu, batuk darah berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, kegiatan terbatas, dan 10 bulan yang lalu beliau 'berpulang'.
setelah sakit itu terasa, apa manfaatnya lintingan kertas panjang beracun itu hai perokok muda?
kalian benar, bahwa hidup mati itu urusan Tuhan, terkena kanker atau tidak pun takdir Tuhan, banyak perokok berat yang masih sehat hingga usia senja. yang terkena kanker paru namun bukan perokok berat pun ada. tapi apa kalian bisa menjamin bahwa Tuhan tidak akan menakdirkan kalian terkena penyakit yang berkepanjangan? bukankah kalian memiliki peluang yang sangat besar terkena penyakit yang sama dengan almarhum perokok lainnya?
apa kalian yakin bisa sampai pada usia renta?

bagaimana dengan mereka yang tidak sadarkan diri di ICU (Intensive Care Unit)? tempat khusus bagi para manusia yang 'tidak berdaya', koma nama lainnya. mereka hidup tapi tidak mampu melakukan apa-apa, bahkan hanya sekedar untuk membuka mata, dan terpaksa berpisah dari keluarga. tak ada canda tawa saudara yang mereka dengar disana, karena yang menjadi teman setia mereka hanyalah mesin-mesin pengontrol yang tidak bisa bicara.
lantas apa kau bisa menjamin bahwa ragamu akan terus bugar nona?

ini hanya segelintir kisah agar kau lebih bersyukur, selalu bersyukur, dan tidak pernah berhenti bersykur. sudahlah nona, jangan mengeluh atas apa yang tak ada padamu. lihatlah nikmat Tuhan di dalam dirimu! sadarkah kau, jika seluruh manusia di atas bumi ini ditawarkan rasa sakit sedikit saja, pasti lah tak akan ada satu manusia pun yang berlapang hati menerima tawaran itu. sejatinya, manusia ingin selalu dinaungi kebahagiaan tak berkesudahan, diberkahi dengan nikmat kesehatan sepanjang hayat dikandung badan, tapi nyatanya manusia hanya makhluk Tuhan, tak ada daya tanpa Kuasa-Nya.
Memang umur rahasia Tuhan, tapi apa ruginya jika kau menjaga kesehatan, bersyukur sepanjang waktu, dan menjauh dari kebiasaan mengeluh. mungkin akan lebih indah rasanya jika ruh ini terlepas dari jasad yang selalu dijaga dan dirawat. tidak harus menyusahkan orang lain di akhir hayat dengan sakit yang berkepanjangan. kalaupun kau sudah berupaya untuk selalu prima tapi ternyata Tuhan tidak menghendaki hal yang sama? ikhlas saja. Tuhan berjanji akan menghapuskan dosa mu dengan sakit yang kau rasa.
Dia lebih tau yang terbaik, berbaiksangkalah. dan berusahalah menjaga karunia-Nya.



55:13

So which of the favors of your Lord would you deny?

QS. Ar-Rahman ; 13



No comments:

Post a Comment